# Comments

Add new comment

Tentu kalian ingat dengan cerita heroik para pahlawan saat melawan penjajah dengan senjata bambu runcing. Bambu runcing termasuk senjata tradisional yang saat itu mudah didapatkan. Untuk mengenang ini, Surabaya mempunyai cara yang unik dan berbeda dari kota-kota lain di Indonesia. Dengan cara membangun Monumen Bambu Runcing di tengah kota. Ada paket wisata malang termurah jika Anda tergiur menuju ke Kota Malang bersama; https://www.travellora.net/2018/10/travel-malang-juanda-hemat.html
Bambu Runcing - Senjata bambu runcing juga sudah digunakan dalam perlawanan arek-arek Suroboyo tanggal 10 November. Saat itu penjajah Belanda sudah memakai senjata modern berupa tank, pistol, dll. Logika sederhana sekarang, sangat sulit jika hanya bermodalkan bambu runcing untuk melawan besi-besi modern tersebut. Namun, semangat kobar api perlawanan yang mampu menjawabnya.

Senjata ini dibuat dari sehelai bambu yang dipotong dan diruncingkan pada bagian depannya. Oleh karena itu disebut bambu runcing. Meruncingkan bagian depan atau atas bambu memang sengaja dilakukan agar dapat dipakai untuk menusuk musuh.

Lokasi Monumen Bambu Runcing berada di Jalan Panglima Sudirman, persis di jantung Kota Surabaya. Di sekitar monumen ini merupakan lalu lintas yang padat dan ada beberapa tempat terkenal lainnya seperti, Kebun Binatang Surabaya, Taman Bungkul, dan Monumen Kapal Selam.

Monumen ini dibangun mirip menyerupai bambu runcing. Sehingga pada monumen ini tampak terdiri atas lima pilar dengan tinggi yang tak sama dan setiap pilar dibentuk layaknya bentuk bambu runcing. Di sekeliling monumen ini terdapat air mancur, kolam buatan, serta taman dengan berbagai tanaman hias.

Pada saat-saat tertentu pada monumen ini akan ada air yang dialirkan keluar dari atas irisan bambu. Pemandangan saat air keluar dari atas menyerupai air mancur kolam. Lokasi Monumen Bambu runcing jarang terlihat sepi. Saat pagi hari banyak warga Surabaya penggemar gowes melewati monumen ini. Selain itu, warga sekitar sering datang tiap pagi untuk jogging atau jalan-jalan di: https://www.travelloratour.com/paket-wisata-malang-batu/.

Saat malam hari di sekitaran Monumen Bambu runcing menyala aneka lampu hias yang menerangi lokasi monumen. Ditambah lagi ada beberapa lampu yang menyala indah di tempat itu. Bagi sebagian pengunjung pemandangan seperti ini dapat memberikan kesan indah dan sakral. Dan sering kali anak-anak muda klub motor berkumpul di sekitar monumen dari tengah malam sampai dini hari. Seiring berjalannya waktu Monumen Bambu Runcing menjadi salah satu ikon pariwisata sejarah di Kota Surabaya. Terlebih monumen ini juga banyak memiliki nilai-nilai perjuangan.

Your name: Anonymous

Restricted HTML

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.